BUP Jayapura sedang memilah buku2 sumbangan

Aksi Mogok Supir Taxi Abe-Waena

Mendung di Pantai Amay

Sunset di Pantai Amay

Tunjuk Satu Sunset

 

Sem Awom: Awas Otsus Plus Pengalihan Isu Situasi Papua

Jayapura, - Otonomi Khusus (Otsus) plus semakin naik daun, karena hal kontroversial ini telah membuat empat orang aktivis mahasiswa Universitas Cenderawasih yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Rakyat (GEMPAR) Papua  masih menginap di hotel “Prodeo”. Isu Otsus Plus menguat saat jelang Pemilu 2014 dan kedatangan anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) pada bulan November 2013. Sem Awom, Koordinator Jaringan Papua National Papua Solidarity (NAPAS) saat ditemui Minggu (17/11) menjelaskan bahwa setelah dirinya membaca isi dari rancangan undang-undang Pemerintah Papua, ternyata pada pasal demi pasal tidak ada perdebatan yang strategis untuk lebih detail, misalnya tentang lingkungan, keuangan masih terlihat produk Otsus sekarang.

PEMEKARAN DOB MENDAPAT BERAGAM TANGGAPAN

Jayapura, – Beberapa waktu lalu waktu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) telah mengesahkan sebanyak 33 Daerah Otonom Baru (DOB) dari 65 DOB yang ada diseluruh Indonesia. Hal ini menunjukan lebih dari 50% DOB berada di Papua dan Papua Barat.Hal ini tentu mendapatkan tanggapan dari beberapa pegiat yang intens memperhatikan dampak positif dan negative dari pemekaran tersebut. Menurut Ketua Dewan Adat Paniai, Jhon Gobay saat ditemui Jumat (08/11) menjelaskan bahwa pemekaran dari satu sisi itu baik bila direcanakan, dibicarakan dengan baik. Sehingga semua pihak memahami dengan baik sesuai dengan harapan bersama.”Tapi kalau hanya diperjuangkan oleh beberapa orang sehingga ketika berhasil jadi pemekaran maka mereka yang bisa bilang saya jadi bupati atau Sekda karena saya yang berjuang. Hal ini tentu harus diminimalisir”.

Surat Pedagang Mama – Mama Asli Papua

MAMA-MAMA PEDAGANG ASLI PAPUA

Sifat: Terbuka untuk umum                   

Kepada Yth,

Anak-anakku;

Lukas Enembe (Gubernur Provinsi Papua), Klemen Tinal (Wagub Provinsi Papua), Deerd Tabuni (Ketua DPR Papua), Timotius Murib (Ketua Majelis Rakyat Papua), Abraham Atururi (Gubernur Provinsi Papua Barat), Rahimin Katjong (Wagub Provinsi Papua Barat), Vitalis Yumte (Ketua Majelis Rakyat Papua Barat), Yosep Yohan Auri (Ketua DPR Papua Barat).

Aktivis Mahasiswa : KPK segera Usut Penerima Dana Bansos

Jayapura, – Dalam kurun waktu beberapa hari ini media di lokal Papua dan nasional sedang hangatnya-hangatnya mengangkat tentang adanya dugaan salah sasaran penggunaan dana  Bantuan Sosial (Bansos), Sekretariat Daerah Provinsi Papua yang merujuk kepada  Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Papua tahun 2012 tentang Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 26.CL/LHP/XIX/JYP/07/2013.  Seperti dilansir oleh media SHNews.com bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Papua tahun 2012 atas kepatuhan terhadap peraturan perundangan, menemukan penyimpangan Bansos dari pos Sekretariat Daerah Papua senilai Rp 200 miliar lebih.

Surat Terbuka Untuk Gubernur Papua :

Pembangunan Pasar Mama- Mama Papua adalah Jalan Masuk Untuk Mengangkat Ekonomi Orang Papua

Oleh : Roberth Jitmau

Sejak dilantik pada 9 April 2013, Bapak selaku Gubernur Papua memasukan program pembangunan pasar Mama-  Mama Papua dalam program 100 hari kerja Bapak. Sedangkan pada 19 Juli 2013, Bapak telah telah memerintahkan PU Provinsi Papua untuk membentuk tim pembangunan pasar Mama- Mama, namun kenyataannya sampai kini pembangunan pasar tersebut sama sekali belum terealisasi, padahal untuk pembangunan pasar, Pemprov sediri sudah mengalokasikan dana selama 3 tahun APBD secara berturut- turut, yakni Tahun 2010- 2011 sebesar 10 Milyard; tahun 2011- 2012 sebesar 10 milyard; tahun 2012-2013 sebesar 25 milyard yang dibagi dengan Damri sebesar 15 milyard dan untuk pembangunan pasar Mama- Mama sebesar 10 milyard. Jadi total dana pembangunan untuk pasar Mama-Mama  adalah 45 milyard yang nasibnya kini tidak jelas, sejalan dengan ketidak jelasan pembangunan pasar bagi Mama- Mama.